Mencari Citra Sunda di Priangan
Lantunan musik degung Sunda terdengar menghibur beberapa pengunjung yang sedang bersantap. Meski musik itu berasal dari kaset, sepertinya tidak terlalu berpengaruh bagi mereka. Sesekali terdengar obrolan serius meramaikan Rumah Makan Priangan.
Dari namanya saja sudah bisa ditebak, makanan seperti apa yang disajikan. Tepat! Rumah makan ini memang menyediakan aneka masakan khas Sunda. Tidak hanya masakannya saja, interior pun bernuansa Bumi Parahyangan.
Mulai dari pintu masuk, pengunjung disambut Cepot, salah seorang tokoh wayang golek yang terpampang setia menanti. Kemudian, aneka lukisan tentang kota Bandung terpajang di dinding. Ada pula hiasan lainnya seperti payung, seikat padi. Hanya untuk terakhir ini, tampak seperti ditaruh sesuka hati. Walau begitu, keinginan memberikan kesan Sunda bagi pengunjung cukuplah diacungi jempol.
Penyajian masakan rumah makan yang terletak di Jalan KH Agus Salim nomor 55A, Jakarta Pusat, bisa dibilang unik. Tidak seperti rumah makan lainnya, di rumah makan ini pengunjung memilih langsung apa yang dimauinya. Jadi, pengunjung dapat menentukan lauk-pauk, seperti daging ayam, daging sapi, tahu dan tempe, yang tersedia dalam buffet.
Bila bosan masakan khas Sunda yang tidak jauh dari daging ayam atau sapi, rumah makan milik Ibu Tari Asih ini menyediakan pula masakan aneka laut, seperti ikan bawal dan kakap. Selain itu, tersedia pula 5 jenis sambal, mulai dari sambal terasi, sambal tomat, sambal kemanggi, sambal mangga, dan sambal gandaria. Namanya memang berbeda, namun keseluruhan berasa cukup pedas.
Tapi, jangan dimakan terlebih dahulu. Karena lauk-pauk yang disediakan itu dalam kondisi setengah matang. Barulah begitu pengunjung selesai memilih makanan, pelayan akan membawanya ke dapur untuk dimasak kembali. Maksud kesemua hal itu ialah, Rumah Makan Priangan ingin masakan yang dimakan pengunjung, dalam kondisi hangat.
Setiap hari Senin sampai Sabtu, Priangan buka mulai pukul 10.30 siang sampai 09.00 malam. Pada waktu tersebut, rumah makan dengan kapasitas pengunjung sekitar 50 orang ini siap melayani. Jika ingin memesan tempat terlebih dahulu, silahkan menghubungi nomor telepon (021) 31938159 atau 31925711. Hanya saja, jangan coba meluangkan waktu di hari Minggu. Karena rumah makan ini tutup.
Cara memakan masakan sebaiknya dengan jari tangan, maka rumah makan yang dibuka sejak tahun 1985 ini menyediakan tempat cuci tangan plus sabun. Suasana juga cukup sejuk, dengan disediakannya sekitar 2-3 buah fasilitas pendingin ruangan (ac). Kebersihan rumah makan cukup diperhatikan, dengan pelayan yang akan langsung membersihkan meja makan begitu pengunjung selesai makan.
Harga makanan di Priangan rata-rata berkisar antara 10 ribu sampai 20 ribu rupiah, dengan pajak sebesar 10 persen. Seperti rumah makan lain, Priangan tidak menerima pembayaran menggunakan kartu kredit.
Priangan memang tempat makan. Tetapi, perlu merias kembali interiornya kalau benar-benar berniat mengangkat citra khas Sunda. (megi/psi)

The wayang figure “Cepot” welcomes the guests

Priangan, the Sundanese Restaurant

The atmosphere at Priangan restaurant

White rice, “lalapan”, fried meat, and chilli sauce.

Various kinds of chilli sauce at Priangan restaurant




